Bisnis Jastip: Biaya dan Pajak yang Harus Dibayar

Jika kamu punya hobi travel dan melangkah ke mal, usaha berikut ini mungkin bisa kamu coba jajal: Jasa Titip (jastip). Sesuai namanya, kamu bisa membuka bisnis dengan cara membelikan orang lain barang melalui jasa kamu. Pembelian ini tidak gratis kok, kamu bisa men-charge sesuai dengan kebutuhan.

Jastip ini menguntungkan bagi kedua belah pihak. Pembeli bisa mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus keluar rumah, cukup mentransfer sejumlah biaya dan duduk manis menunggu barang yang diinginkan. Sedangkan bagi pelaku jastip, ini menjadi salah satu peluang usaha karena tiap barang biasanya ada biaya yang dikutip. Kisarannya berbeda tapi umumnya 10 – 20 persen dari harga barang.

Metode yang biasa ia gunakan adalah beberapa hari sebelum acara dia dan grup jastipnya akan menginformasikan soal event yang akan berlangsung. Saat hari H, mereka akan mulai men-share semua barang menarik via grup WhatsApp dan di situlah kesepakatan terjadi.

Sebab harga beli produk tersebut di luar negeri biasanya jauh lebih murah ketimbang harga yang dipasarkan di Indonesia. Bahkan peminatnya pun makin banyak karena harga produk dari jastip ini biasanya juga lebih murah dibanding harga yang dijual di gerai yang ada di dalam negeri.

Tak heran bila usaha jastip kini makin menjamur. Lalu, apakah Anda termasuk dari salah satu yang kerap melakukan jastip barang-barang dari luar negeri?

Pembeli yang berminat akan menyatakan fix membeli dan bakal direkapitulasi di akhir event. Semua harga sudah termasuk jastip dan ongkos kirim. Namun, Mila terkadang harus menelan pil pahit ketika pembeli tak jadi membayar apa yang sudah mereka pesan. Sebab, Mila harus merogoh kocek sendiri sebagai modal awal, barulah kemudian mengambil untung dari barang yang dititipkan.

“Buyer tuh kadang laper mata, semua yang kami posting rasanya dia kasih note “fix”. Nah pada saat rekapan, beberapa buyer ada saja yang PHP (pemberi harapan palsu), dikasih rekapan lalu insomnia atau pingsan, kontak kami nggak di-reply atau dibaca saja atau dicuekin,” paparnya.

Usaha yang sama juga dilakoni oleh Meutia Sastra. Perempuan yang sejatinya karyawan swasta ini berani buka usaha jasa titip berkat kegemarannya traveling ke jastip luar negeri dan sering dititipi ini-itu oleh rekan dan handai-taulan.

Ketentuan pajak jastip ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awal Saranan Pengangkut.